House of Broken Home

broken-home

Aku menyebutnya sebagai house of broken home. Rumah bagi mereka yang pernah dikecewakan. Di tempat itu mereka – anak-anak muda yang bertahan – mencoba mencari cinta yang telah diambil paksa dari mereka. Mereka tidak nakal, mereka hanya mencari perhatian, karena mereka butuh perhatian. Semua modifikasi tubuh mereka yang mungkin akan mengganggu orang-orang yang lebih beruntung bukanlah karena mereka badung, tapi karena mereka ingin menunjukkan bahwa mereka ada. “Aku ada! Lihat lah aku! Cintailah aku!”.

Jangan ajari mereka tentang kesedihan, itu keseharian mereka. Jangan bersikap seperti pahlawan, karena mereka adalah pahlawan. Jangan ragukan kekuatan mereka, aku sudah katakan bahwa mereka adalah anak muda yang bertahan.

Di rumah itu mereka adalah keluarga. Aku datang sebagai tamu. Berharap suatu saat nanti mereka akan menganggapku bagian dari keluarga pula.

Advertisements
House of Broken Home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s