Menulis di Medium

Akhir pekan ini cukup santai. Aku punya cukup waktu untuk duduk di depan komputer, nonton film yang belum sempat ditonton serta menulis. Beberapa film yang aku tonton belakangan ini memang cukup inspiratif dan memberi banyak ide yang dapat aku tuangkan dalam tulisan. Oh ya … tapi bukan pada blog ini.

Aku sudah berkomitmen bahwa blog ini harus bebas dari ide-ide politik dan agama. Oleh karenanya aku perlu media lain untuk menuliskan topik-topik tersebut. Blog ini harus tetap woles dan santai biar tidak kena hap.

Tulisan-tulisan tersebut aku tulis di medium. Sebenarnya aku sudah lama bergabung di medium, namun baru beberapa hari belakangan aku aktif menulis di sana. Sejauh ini aku menulis ide-ide yang aku temukan pada film-film yang aku tonton seperti Kung Fu Panda dan Life of Pi. Ide-ide yang aku tulis berkaitan dengan kehidupan dan spiritualisme. Namun tentu aku menuliskannya dengan gaya bahasa yang (aku harapkan) tidak akan menyinggung perasaan teman-teman kita yang kurang ngopi atau ngebir.

Aku sebenarnya tidak ingin mengangkat topik yang berkaitan dengan interpretasi terhadap agama tertentu. Tapi aku sudah tidak tahan lagi. Ide-ide konyol yang disebarkan melalui sosial media dan kebijakan-kebijakan daerah tersebut harus dilawan. Namun perlawanannya harus elegan.

Artikel Richard Parker misalnya (yang merupakan petikan monolog pada film Life of Pi) telah aku beri cetak miring pada teks yang ingin aku beri penekanan.

My fear of him keeps me alert.
Tending to his needs gives my life purpose.

Sang harimau adalah metafora tentang keilahian. Ketakutan dan pengabdian kita terhadap ilahi memberi kita tujuan hidup. Bahwa spritualisme bekerja seperti itu. Aku menuliskan dengan lebih nakal pada artikel Ketakutan dan Tujuan Hidup. Namun sejauh ini aku tidak mau menulis dengan frontal. Selain tidak elegan, menulis secara frontal menyalahi zombie protocol yang aku buat (akan aku tulis nanti).

Pada akhirnya Medium adalah tempat ku untuk melempar ide-ide, sedangkan blog ini tetap menjadi wadah buat aku menuliskan momen-momen yang akan aku kenang pada tahun-tahun mendatang.

Advertisements
Menulis di Medium