Mojok Yuk!

Mojok buat aku adalah sebuah pelarian. Lari dari betapa jenuh dan menjengkelkannya media sosial, lebih spesifik facebook. Tunggu dulu, bukan berarti aku menganggap facebook tidak keren dan bukan pula aku melemparkan semua kesalahan kepada facebook, tapi ini masalah timeline aku yang dipenuhi oleh informasi yang tidak hanya menambah sakit kepala tapi juga mengakibatkan diare berkepanjangan. Ok … yang bagian diare memang aku lebih-lebih kan saja.

Timeline facebook, atau news feed berisi posting-an terbaru dari kawan-kawan facebook. Ketika aku mendapatkan informasi tidak bermanfat dari timeline itu bisa dikatakan tiga per empat adalah kesalahan aku karena aku yang menambahkan atau menerima permintaan pertemanan mereka dan seperempat nya lagi adalah kesalahan facebook. Kesalahan facebook adalah karena berusaha mengarahkan aku kepada informasi yang mungkin aku sukai.

Aku pikir ini mungkin masalah aku saja, tapi aku melihat bahwa ada cukup banyak teman-teman di facebook yang mengeluhkan hal yang sama. Kamu mungkin juga.

Pernahkah kamu pada satu pagi yang cerah, sambil minum kopi mengakses facebook dan mendapatkan newsfeed penuh dengan ajakan untuk memerangi entah siapa dan ia entah berada dimana? Atau ketika kamu hendak mencari tahu kabar dari seorang teman SD lalu mendapatkan foto-foto manusia bersimbah darah terpampang dengan vulgar di timeline facebook kamu? Bikin sakit kepala ndak? Bikin diare ndak?

Apa lagi di bulan Desember ini. Kita akan mendapati sebuah kondisi: “Yang lebaran siapa? Yang heboh siapa?“.

Aku sebenarnya bisa saja menyembunyikan posting tidak bermanfaat dari timeline facebook karena sebenarnya yang memposting informasi bagi mereka yang kurang beruntung secara intelektual itu sebenarnya orangnya itu-itu juga. Tapi kadang aku kepo juga sih jadi tetap baca-baca juga. Kan bisa buat bahan lucu-lucuan. Oke lah, kalau begitu, sebab munculnya informasi tidak bermanfaat pada timeline facebook  empat per empat adalah kesalahan aku.

Baiklah, pada essay ini aku ingin menawarkan sebuah alternatif bacaan baru. Buat kamu yang jenuh dengan ajakan utuk melakukan perperangan dengan musuh khayalan yang tidak pernah berhenti di timeline atau jenuh dengan kolega-kolega yang hobi sekali menyebarkan posting-an “dia yang namanya diabadikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi editan”. Namanya berarti “perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang”. Ah pasti kamu tahu siapa orangnya. Maka mojok.co adalah tempat yang cocok buat kita untuk mentertawakan itu semua.

Mojok adalah tempat dimana kita boleh berbeda. Malah memang sebaiknya berbeda. Di mojok semua akan diterima tanpa diskriminasi. Tidak perlu canggung apakah kamu relijius atau tidak. Berjilbab atau berjilboob. Atau apakah kamu diam-diam adalah agen KGB, Kuminis Gaya Baru. Pun kamu tidak perlu malu kalau pernah jadi pembaca setia Enny Arrow. Yang penting kalau baca mojok, kamu harus selow. Siapkan kopi dan gorengan kalau ada.

Namun perlu juga aku sampaikan bahwa mojok adalah media yang mungkin tidak baik bagi kesehatan kamu yang kurang piknik. Kamu bisa kena serangan jantung atau impotensi. Masih mau baca mojok? Aku sudah ingatkan loh!

Mojok juga tidak cocok untuk anak-anak dan ABG labil. Tulisan-tulisan di mojok sering kali menggunakan bahasa yang nakal. Dikhawatirkan anak-anak dan ABG labil bisa terpengaruh. Penulis-penulisnya pun tidak pantas ditiru. Arman Dhani misalnya, masa sih niat kuliahnya cuma untuk melepas keperjakaan? Iya sih mekipun sampai tamat ndak lepas-lepas lepas. Atau Zen RS yang bukannya kuliah yang rajin, malah nonton film yang ada perempuan mendesah-desahnya.

Nah … Kalau kamu sudah tidak ABG labil lagi dan cukup piknik, maka kamu dapat dipastikan aman sentausa saat membaca mojok. Baiklah, dalam suasana malam Natal saat aku menulis Essai ini, aku pilihkan tiga artikel mojok terkece versi aku. Besok pada hari Natal mungkin ada artikel baru yang lebih seru.

  1. Gerakan Muslim Akun-akunan.
  2. Permintaan Klarifikasi Untuk Santa Claus.
  3. Tiga Argumentasi Paling Sahih Mengapa Ucapan Selamat Natal itu Haram.

Selamat menikmati.

Advertisements
Mojok Yuk!

2 thoughts on “Mojok Yuk!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s