Momentum

Bagiku setiap hari pada dasarnya adalah hari yang sama. Yaitu suatu konsekuensi dari rotasi bumi sehingga kita mengalami pergantian siang dan malam. Bagi yang berada di kota Padang, pergantian siang dan malam ditandai dengan matahari berwarna jingga atau keperakan yang muncul malu-malu dari balik pegunungan pada pagi hari dan senja akan ditandai dengan matahari yang berwarna jingga atau merah, tenggelam dengan sedikit buru-buru di laut lepas.

Mengapa ada hari-hari spesial? Karena kita. Kita lah yang menciptakan hari-hari spesial!

Lalu bagaimana menjadikan sebuah hari menjadi hari spesial? Kita hanya perlu percaya ia spesial.

mr ping - to make something special

Dengan membuat sebuah hari spesial, kita membuat momentum dalam diri kita. Dan ya … kita butuh momentum. Saat berulang tahun, seseorang dapat membuat momentum bagi dirinya untuk bertransformasi. Saat hari raya adalah momentum bagi seseorang untuk mengunjungi sanak-saudara, melepas rindu dan saling memaafkan. Momentum memberikan kita kekuatan untuk memulai.

Begitu pula dengan tahun baru. Tahun baru dapat menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali ke tahun yang sudah usai. Apa yang sudah kita raih? Apa yang belum? Apa langkah berikutnya?

Aku tidak merayakan tahun baru. Tidak dalam arti mengganggap pergantian tahun adalah sesuatu yang terlalu spesial. Tapi tentu aku tidak menolak untuk berkumpul bersama kawan-kawan atau menikmati kembang api gratis. Kapan lagi?

Advertisements
Momentum

Mojok Yuk!

Mojok buat aku adalah sebuah pelarian. Lari dari betapa jenuh dan menjengkelkannya media sosial, lebih spesifik facebook. Tunggu dulu, bukan berarti aku menganggap facebook tidak keren dan bukan pula aku melemparkan semua kesalahan kepada facebook, tapi ini masalah timeline aku yang dipenuhi oleh informasi yang tidak hanya menambah sakit kepala tapi juga mengakibatkan diare berkepanjangan. Ok … yang bagian diare memang aku lebih-lebih kan saja.

Timeline facebook, atau news feed berisi posting-an terbaru dari kawan-kawan facebook. Ketika aku mendapatkan informasi tidak bermanfat dari timeline itu bisa dikatakan tiga per empat adalah kesalahan aku karena aku yang menambahkan atau menerima permintaan pertemanan mereka dan seperempat nya lagi adalah kesalahan facebook. Kesalahan facebook adalah karena berusaha mengarahkan aku kepada informasi yang mungkin aku sukai.

Aku pikir ini mungkin masalah aku saja, tapi aku melihat bahwa ada cukup banyak teman-teman di facebook yang mengeluhkan hal yang sama. Kamu mungkin juga.

Pernahkah kamu pada satu pagi yang cerah, sambil minum kopi mengakses facebook dan mendapatkan newsfeed penuh dengan ajakan untuk memerangi entah siapa dan ia entah berada dimana? Atau ketika kamu hendak mencari tahu kabar dari seorang teman SD lalu mendapatkan foto-foto manusia bersimbah darah terpampang dengan vulgar di timeline facebook kamu? Bikin sakit kepala ndak? Bikin diare ndak?

Apa lagi di bulan Desember ini. Kita akan mendapati sebuah kondisi: “Yang lebaran siapa? Yang heboh siapa?“.

Aku sebenarnya bisa saja menyembunyikan posting tidak bermanfaat dari timeline facebook karena sebenarnya yang memposting informasi bagi mereka yang kurang beruntung secara intelektual itu sebenarnya orangnya itu-itu juga. Tapi kadang aku kepo juga sih jadi tetap baca-baca juga. Kan bisa buat bahan lucu-lucuan. Oke lah, kalau begitu, sebab munculnya informasi tidak bermanfaat pada timeline facebook  empat per empat adalah kesalahan aku.

Baiklah, pada essay ini aku ingin menawarkan sebuah alternatif bacaan baru. Buat kamu yang jenuh dengan ajakan utuk melakukan perperangan dengan musuh khayalan yang tidak pernah berhenti di timeline atau jenuh dengan kolega-kolega yang hobi sekali menyebarkan posting-an “dia yang namanya diabadikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi editan”. Namanya berarti “perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang”. Ah pasti kamu tahu siapa orangnya. Maka mojok.co adalah tempat yang cocok buat kita untuk mentertawakan itu semua.

Mojok adalah tempat dimana kita boleh berbeda. Malah memang sebaiknya berbeda. Di mojok semua akan diterima tanpa diskriminasi. Tidak perlu canggung apakah kamu relijius atau tidak. Berjilbab atau berjilboob. Atau apakah kamu diam-diam adalah agen KGB, Kuminis Gaya Baru. Pun kamu tidak perlu malu kalau pernah jadi pembaca setia Enny Arrow. Yang penting kalau baca mojok, kamu harus selow. Siapkan kopi dan gorengan kalau ada.

Namun perlu juga aku sampaikan bahwa mojok adalah media yang mungkin tidak baik bagi kesehatan kamu yang kurang piknik. Kamu bisa kena serangan jantung atau impotensi. Masih mau baca mojok? Aku sudah ingatkan loh!

Mojok juga tidak cocok untuk anak-anak dan ABG labil. Tulisan-tulisan di mojok sering kali menggunakan bahasa yang nakal. Dikhawatirkan anak-anak dan ABG labil bisa terpengaruh. Penulis-penulisnya pun tidak pantas ditiru. Arman Dhani misalnya, masa sih niat kuliahnya cuma untuk melepas keperjakaan? Iya sih mekipun sampai tamat ndak lepas-lepas lepas. Atau Zen RS yang bukannya kuliah yang rajin, malah nonton film yang ada perempuan mendesah-desahnya.

Nah … Kalau kamu sudah tidak ABG labil lagi dan cukup piknik, maka kamu dapat dipastikan aman sentausa saat membaca mojok. Baiklah, dalam suasana malam Natal saat aku menulis Essai ini, aku pilihkan tiga artikel mojok terkece versi aku. Besok pada hari Natal mungkin ada artikel baru yang lebih seru.

  1. Gerakan Muslim Akun-akunan.
  2. Permintaan Klarifikasi Untuk Santa Claus.
  3. Tiga Argumentasi Paling Sahih Mengapa Ucapan Selamat Natal itu Haram.

Selamat menikmati.

Mojok Yuk!

Puisi Cinta dan Jurus Jitu Thabo Menaklukkan Wanita

Peringatan! Essay ini hanyalah karangan belaka, kesamaan pelaku, tempat dan peristiwa hanyalah perasaan Anda saja.

Ngamuk? Marah? Kurang lebih itulah yang saya rasakan saat membaca kesepakatan cinta yang sudah sama-sama kawan tahu. Kalimat palsu! Aku cinta kamu sayang! Aku janji akan meningkatkan uang saku kamu. Iya, rumah ini rumah kita sayang, tapi kalau mau mengundang teman kamu harus izin aku dulu. Kamu boleh kok pulang malam, tapi harus izin aku dulu. Ah .. gombal. Kalau lah aku tidak berbela rasa dengan mereka yang mungkin saat ini masih jomblo semenjak lahir tentu aku akan murka dan mengutuki ‘cuma jomblo putus harapan yang percaya dengan kata-kata tersebut’. Tapi adik-adik mahasiswi kece yang sudah berpengalaman soal asmara sedjak kelas lima SD tentu paham kata-kata mesra di atas cuma omong kosong.

Tersebut dalam sebuah alkisah. Thabo kecil, seorang anak yang ditinggalkan orang tuanya. Ibunya dibawa oleh polisi saat ia berusia enam tahun dan tidak pernah kembali. Lalu Ayahnya meninggalkannya untuk mengadu nasib ke negri seberang dengan berprofesi sebagai perampok bank, namun tewas tertembak dalam sebuah aksi perampokan yang tidak terencana dengan baik. Berikutnya Thabo harus bertahan hidup dengan mencuri sebisanya di pelabuhan.

Singkat cerita Thabo akhirnya diasuh oleh seorang penyair spanyol yang sudah uzur. Penyair itu mengajari Thabo membaca dan memintanya untuk membacakan buku-buku sastra dan puisi cinta karena mata sang penyair spanyol sudah mulai terganggu hingga akhirnya buta total. Thabo tetap bersamanya hingga akhirnya penyair tersebut tutup usia dan Thabo mewarisi seluruh buku-buku puisi cintanya.

Pada usia 16 tahun Thabo sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya, namun butuh waktu dua tahun baginya untuk mendapatkan jurus jitu menaklukkan wanita yaitu: sepertiga senyuman menawan; sepertiga bualan tentang pengalamannya saat mengelilingi dunia yang belum pernah dilakukannya selain dalam khayalannya sendiri; dan sepertiga janji palsu tentang betapa abadinya cinta mereka. Jurus tersebut tidak hanya menyelamatkan hasrat seksualnya namun juga menyelamatkan hidupnya pada waktu-waktu berikutnya.

Oh .. baiklah. Aku sudah ceritakan kisah Thabo yang aku rangkum dari buku The Girl Who Saved The King of Sweden. Sejujurnya ini sebuah spoiler dan aku tidak ingin melanjutkanya lagi. Selain aku tidak ingin merugikan kawan-kawan yang belum membaca bukunya, poin yang aku maksud sudah sampai.

Ini soal kesepakatan cinta, karena sebelumnya Juliet (bukan nama sebenarnya) sudah marah-marah kepada Romeo (lagi-lagi ini  bukan nama sebenarnya) karena ketidak terbukaan Romeo dalam rumah tangga mereka (inipun juga cuma kiasan). Romeo yang sok kebapakkan tidak ingin Juliet terluka sehingga merasa perlu mengatur segala aspek kehidupan Juliet. Contohnya Romeo tidak ingin Juliet terpapar dengan konten negatif yang ada di internet, maka Romeo tidak menyediakan akses internet untuk Juliet.

Pada suatu hari yang ditentukan, Romeo dan Juliet duduk bersama membicarakan persoalan rumah tangga mereka dan menandatangani kesepakatan cinta yang mereka buat berdua. Kesepakatan cinta itu jelas hanya permainan kata-kata. Oh sungguh Romeo adalah reinkarnasi Thabo. Tidak ada hal lain yang akan melelehkan perempuan selain senyuman yang menawan, cerita-cerita bohong dan janji-janji palsu.

Tapi itulah cinta yang kadang-kadang tak ada logika (persis seperti yang dinyanyikan Agnes Monica). Juliet akhirnya mengalah (atau mungkin kalah). Aku tentu marah! Tapi siapalah aku. Cukup kisah itu menjadi pelajaran buatku bahwa tiga jurus jitu menaklukkan wanita pada dasarnya berlaku pula untuk menaklukkan pasar, menaklukkan pelanggan, menaklukkan para calon pemilih (dalam kampanye pemilu), dan tentu saja menaklukkan mahasiswa kreatif nakal.

Puisi Cinta dan Jurus Jitu Thabo Menaklukkan Wanita