Google+ Baru.

Pagi ini ada yang baru. Ketika saya sedang menikmati secangkir kopi sehabis sarapan sambil mengakses media sosial, saya mendapatkan Google+ mengubah user interface dan user experience nya. Tentu saja, terkait dengan user experience, perubahan tidak selamanya baik. Beberapa mungkin berdampak negatif. Contoh yang paling saya rasakan adalah perubahan yang diterapkan pada TweetDeck ketika diakuisisi oleh Twitter yang membuat saya mencari berbagai cara agar bisa mendapatkan kembali pengalaman (experience) ketika menggunakan tweetdeck yang lama.

Tapi tak apalah. Perubahan adalah keniscayaan, bukankah sekali tahun berganti, sekali musim bertukar? Namun pertanyaannya, apakah fungsionalitas juga ikut berubah?

gplus-baru

Saya sudah menggunakan Google+ tahun 2011 ketika bergabung dengan Google+ masih menggunakan invitation. Saya menemukan bahwa berbagi menggunakan Google+ sangat menyenangkan karena konsep circle yang membuat kita dapat berbagi hal tepat untuk orang yang tepat dengan mudah.

Ok, setelah saya melakukan beberapa pengujian, secara umum fungsionalitas Google+ baru tidak berubah. Namun saya mencatat ada beberapa experience yang berubah yaitu operasi menambahkan people ke dalam circle dan operasi pemilihan circle/people pada pembuatan post.

Menambahkan people dilakukan melalui tombol “FOLLOW”, lalu tombol FOLLOW akan berubah menjadi “FOLLOWING”. Selanjutnya kita bisa mengklik tombol FOLLOWING tersebut untuk memunculkan pilihan menambahkan people tersebut ke dalam circle atau untuk meng-unfollow nya.

Penulisan post dilakukan seperi biasa, namun untuk pengaturan sharing dilakuan dengan memilih link “Public” lalu pilih “See more”. Berikutnya kita bisa memilih circle atau people yang akan kita beri akses kepada post yang kita buat.

Google memindahkan foto ke layanan Google Photos , fitur “Collections” juga bertambah menarik serta tersedia pilihan untuk kembali ke Google+ yang lama. Selain itu mungkin ada perubahan lain namun luput dari perhatian saya karena saya menilai bahwa ciri utama Google+ ada pada fleksibilitas menentukan siapa yang berhak mengakses posting kita.

Sejauh ini saya melihat bahwa Google+ adalah media sosial yang keren. Lebih keren dari facebook dan twitter, lebih lagi karena Google+ terintegrasi dengan layanan Google yang lain. Namun saya menilai secara umum layanan Google kurang ramah terhadap pengguna biasa dan cenderung lebih cocok untuk pengguna berpengalaman yang memanfaatkan fitur tingkat lanjut (power user).

Tapi yang pasti saya menikmati menggunakan Google+. Bukan hanya karena saya intensif menggunakan layanan Google, namun juga karena saya tidak ingin sembarangan berbagi. Saya berhagi hal yang tepat, pada orang yang tepat.

 

Advertisements
Google+ Baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s