Pasar Malam Ji She Kongsi 2566

Ada yang berbeda dengan pasar malam pada perayaan Imlek di Padang tahun ini. Kalau yang sebelum-sebelumnya diadakan di dalam ruangan gedung HBT, maka pasar malam kali ini diadakan di luar ruangan, tepatnya di sekitar jalan Kelenteng dan halaman Kelenteng See Hin Kiong.

Rabu, 4 Februari 2015 adalah hari pertama pasar malam Ji She Kongsi. Selepas senja saya berangkat ke daerah Pondok. Saya akan bertemu dengan kolega-kolega saya di Kelenteng baru. Saya memarkir kendaraan di sekitar Pasar Tanah Kongsi sehingga saya perlu berjalan sekitar 100 meter untuk menuju Kelenteng baru. Malam itu sangat ramai dan pembukaan pasar malam sepertinya akan sangat meriah.

Sesampai di Kelenteng saya disuguhi oleh pemandangan lampu-lampu lampion. Indah sekali!

Lampion.

HBT
Kelenteng.
Kelenteng.
Beranda Kelenteng.

Suasana Kelenteng sangat meriah. Banyak muda-mudi dan keluarga menikmati cahaya lampion di sini. Sesekali terdengar suara petasan dan tentu saja aroma dupa. Tidak lama setelah saya mengambil beberapa gambar di Kelenteng, kolega-kolega saya datang. Kasmadi datang bersama temannya dan mereka sudah lebih dulu datang, namun tidak langsung ke Kelenteng. Ikhsan juga datang bersama mereka dan berikutnya Ayu.

Pasar malam sudah di mulai, 50 meter arah barat sudah berjejer stand dan sebuah panggung. Panggung tersebut berada di depan Kelenteng See Hin Kiong. Di atas panggung ada bapak-bapak yang memainkan instrumen musik Tionghoa.

Pasar Malam.
Panggung.
Alat Musik Tradisional.

Sesaimpainya di pasar malam kami langsung menuju Kelenteng See Hin Kiong. Kelenteng tersebut menjadi pusat kuliner. Mulai dari sate hingga es durian ada di sana. Selain pusat kuliner, juga terdapat arena permainan ketangkasan. Ikhsan dan Kasmadi ikut bermain. Mereka memainkan permainan lempar kaleng. Asik lah untuk seru-seruan.

Selain bermain, saya juga mengambil beberapa gambar di Kelenteng See Hin Kiong.

Kelenteng Sedang Diperbaiki.
Lukisan Di Dinding Kelenteng.

Setelah puas di Kelenteng, kami bergerak menuju stand yang lain. Di pintu kelenteng bertemu dengan Jepri yang datang bersama temannya. Kami berjalan terus ke barat dan masuk ke salah satu stand yang berisi foto-foto bersejarah.

Lie Ma Saay.
Altar.
Altar Leluhur Marga Ong.
Peta Kota Padang Tahun 1915.
Foto Saat Kunjungan Gubernur Jendral Michiels ke Padang.
Kawasan Pondok Tempo Dulu.

Masih banyak stand yang belum kami kunjungi, namun karena sudah mulai lelah dan haus, kami beristirahat di kedai kopmil Ko Kris yang berada di dekat Pasar Tanah Kongsi. Sambil menikmati kopmil (minuman kopi + milo) kami membuka hadiah yang didapat Ikhsan.

Ikhsan mendapat hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bank Mandiri dalam sesi promosi di Panggung depan Kelenteng. Hadiahnya berupa lampu emergency. Mentang-mentang listrik di Padang sering padam suka-suka.

Hadiah.
Kopmil Ko Kris.
Kopmil Ko Kris.

Sebenarnya masih banyak stand yang belum kami kunjungi, namun karena hari sudah semakin malam, kami memutuskan untuk pulang. Besok kami akan ke sini lagi!

Album foto: https://plus.google.com/photos/105080981772302970928/albums/6112188244311326417

Advertisements
Pasar Malam Ji She Kongsi 2566

9 thoughts on “Pasar Malam Ji She Kongsi 2566

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s