Algoritma dan narasi

Saat itu hari kamis, 8 Januari 2015. Hampir sepanjang hari kota Padang diguyur hujan. Jika hujan tidak juga reda menjelang pukul tiga sore, mungkin diskusi di sekretariat UKM IT Cybernetix harus ditunda. Kamis sore itu ada diskusi ringan seputar algoritma dan pemprograman.

Menurut wikipedia, dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah prosedur langkah-demi-langkah untuk penghitungan. Algoritma digunakan untuk penghitungan, pemrosesan data, dan penalaran otomatis. Algoritma dimulai dari kondisi awal, lalu serangkaian proses, menghasilkan keluaran dan berhenti pada kondisi akhir.

Saya melihat persoalan merancang algoritma adalah seperti membuat narasi. Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir. Untuk merancang sebuah algoritma, diperlukan kemampuan untuk menarasikan proses-proses.

Oleh karena itu, sebelum mewujudkan pikiran dalam bentuk flowchart dan kode, buatlah dahulu sebuah narasi tentang pikiran tersebut. Saya pikir membuat narasi adalah hal yang penting. Jika seseorang berhasil mewujudkan pikirannya dalam bentuk kata-kata, maka ia memiliki peluang untuk berhasil mewujudkan pikirannya dalam bentuk proses-proses.

Bacaan lebih lanjut:

Advertisements
Algoritma dan narasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s