Tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna

Saya suka suasana sehabis hujan. Saya suka melihat pohon, jalan dan rerumputan yang basah. Saya suka menghirup udara sejuk sehabis hujan. Pagi ini hujan, namun tidak selebat tadi malam. Matahari masih bersembunyi di balik awan. Udara cukup sejuk, dan kopi pagi ini terasa nikmat sekali.

Pagi ini saya menikmati secangkir kopi dari Sungai Penuh, kopi Nur. Jika Anda penikmat kopi, Anda harus coba kopi yang satu ini. Saya harus berterima kasih kepada Intan yang memberikan kopi Nur sebagai oleh-oleh ketika menjelang wisuda Magister akhir tahun kemarin. Dan tidak lupa kepada Anggri yang memperkenalkan kopi ini kepada saya.

Cukup untuk hujan dan kopi, karena sesuai dengan judul blog ini, saya tidak akan menulis tentang kopi. Saya akan menulis tentang “fakta berguna” dan “fakta tidak berguna”.

John Watson mulai megamati rekan satu apartemennya, Sherlock Holmes. Sherlock adalah manusia brilian. Pengetahuannya luar biasa pada beberapa bidang namun diimbangi dengan ketidak tahuan yang luar biasa pula pada bidang yang lain. Sherlock bahkan tidak mempunyai pengetahuan apa-apa tentang sastra, filsafat dan astronomi.

Puncak keheranan John Watson adalah ketika secara tidak sengaja mengetahui bahwa Sherlock tidak mengerti tentang teori Copernicus dan komposisi tata surya. Tapi tentu bukan Sherlock Holmes namanya jika tidak dapat memberikan penjelasan yang hebat. Berikut penjelasan Sherlock:

Otak manusia pada awalnya sama seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan pilihanmu.

Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengah atau bercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati memilih apa yang dimasukkannya ke dalam loteng-otaknya.

Ia tidak akan memasukkan apapun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak. Semuanya itu diatur rapi dalam loteng-otaknya sehingga ketika diperlukan, ia dapat dengan mudah menemukannya.

Untuk setiap pengetahuan yang kau masukkan, ada sesuatu yang sudah kau ketahui yang terpaksa kau lupakan.

Oleh karena itu penting sekali untuk tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna.

Brilian! Sherlock menjelaskan betapa pentingnya menjaga loteng-pikiran kita tetap bersih dari peralatan yang tidak membantu kita karena kita tidak membutuhkan semua fakta, kita hanya membutuhkan fakta yang berguna.

NB: Kutipan Sherlock Holmes diambil dari Novel Sherlock Holmes, Penelusuran Benang Merah.

Bacaan lanjutan:

Advertisements
Tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna

2 thoughts on “Tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s